Aduh…………..
Punya blog, tapi nggak pernah dirawat.
Gimana mau menatap dunia dengan blog????????
Huh….
Udah berapa minggu ya saya tak menyentuh blog tercinta ini?
Maklum lah,,,, sibuk. Ih,,,lagaknya udah kayak pejabat aja. Sok sibuk.
Saya kan lagi sibuk dengan segala macam tes masuk perguruan tinggi. Dan berhubung untuk mengisi postingan baru itu harus ke warnet, jadi saya belum sempat ke warnet.
Selama mengabaikan blog, saya mengalami banyak sekali peristiwa. Tegang, gelisah, kecewa juga. Owh….. Malah saya sempet stres dan frustasi sampai sakit dua hari gara-gara nggak lolos masuk perguruan tinggi idaman. Sedih banget rasanya. Dengan jiwa yang masih digelayuti kesedihan, saya mencoba untuk terus berjuang. Saya ikut tes ke dua perguruan tinggi. Nggak terlalu mantep sih. Tapi dua PT itu dah masuk dalam daftar alternatif melanjutkan sekolah. Dan tesnya sudah saya selesaikan semua. Sekarang tinggal menunggu pengumuman hasilnya. Mudah-mudahan di salah satu PT itu ada yang lolos. Berharapnya sih dua-duanya lolos.
Kegagalan memang sangat menyakitkan. Tapi kegagalan itu hal yang wajar di alami oleh setiap manusia. Inget kata-kata ini loh, “kegagalan adalah keberhasilan yang tertunda”. Masih percaya dengan kata-kata tersebut kan? Saya masih yakin dengan kata-kata tersebut. Saya pun tidak terlalu larut dalam kesedihan yang mendalam. Karena saya fikir, pasti ada hikmah di balik sebuah kegagalan. Saya juga yakin bahwa Allah swt sudah merencanakan hal yang paling baik buat saya. Manusia itu hanya bisa berencana dan menjalankan apa yang sudah direncanakannya, tetapi semua itu kembali kepada kekuasaan dan kehendak Allah swt, karena hanya Dialah yang Maha Mengetahui. Oleh karena itu, dekatkan diri kepadaNya dan jangan pernah bersuudzan kepadaNya. Artinya ya pasrah saja. Pasrah yang saya maksudkan adalah bukan berarti menyerah dan juga tidak bermakna kalah. Pasrah itu adalah saat kita mampu menyerahkan semua hasil setelah kita berusaha dan berjuang dengan susah payah. Dan yakinlah bahwa kebahagiaan sedang menanti kita.
Sebenarnya saya juga nggak mau munafik untuk mengakui bahwa betapa merananya saya ketika kegagalan menerpa saya. Orang terdekatlah yang terus membangkitkan semangat saya. Kurang lebih obrolan saya dengan orang terdekat saya (sebut saja dia AI) adalah sebagai berikut:
Saya : Ai, saya gagal…! Hiks…(sambil menangis tersedu-sedu)
Ai : Gagal? Oke oke, silahkan kamu nangis dulu.
Saya : hiks…hiks…. Sakit banget Ai.
Ai : Ai bisa ngerasain sakitnya. Jangan putus asa, ayo bangkit. Kamu pasti bisa.
Saya : Berat banget Ai…! Sedih, sekarang aku mesti gimana?
Ai : Pasti aja jalan keluarnya. Allah bersamamu kawan. Istigfar, dekatkan diri kamu padaNya. Inget! Jangan mencoba untuk suudzan sama Dia.
Saya : Hiks…. (saya nggak bisa berkata-kata lagi)
Ai : Jangan pernah meratapi satu pintu yang tertutup, tanpa kamu menyadarinya, jutaan pintu lain telah terbuka. Tetapkan keyakinanmu. Karena keyakinan adalah 82% dari hasil yang akan kamu dapatkan.
Saya : emangnya kamu nggak tau kalo aku dah begitu yakinnya ama yang kemarin. Tapi ternyata hasilnya nggak sesuai keinginan.
Ai : Berarti ada yang salah dengan keyakinanmu itu. Ayolah, renungi, dan jadikan kegagalanmu ini sebagai energimu untuk menatap masa depan.
Saya : Apa yang salah? Sudahlah. Biarkan aku menyendiri dulu. Nanti aku kabarin lagi.
Masih banyak sih obrolan antara saya dan Ai. Nanti dilanjutin lagi……….
Oke…. tetep tungguin ya………..!!!!!!!!!!!!