<!– @page { size: 8.5in 11in; margin: 0.79in } P { margin-bottom: 0.08in } –>
Hei hei….
Blogku tercinta yang kurindukan. Hampir sebulan lebih aku nggak posting apapun di sini. Maaf ya…. Bukan karena aku melupakanmu dan bukan juga karena aku sibuk. Sebab utamanya adalah “sesuatu” yang nggak bisa aku katakan.
Untuk menebus permintaan maafku padamu wahai blog tercinta, maka aku postingkan salah satu kegiatanku mengisi liburan selama ini. Yaitu tentang salah satu objek wisata di Sukabumi. Berikut rekontruksi perjalanannya.
Curug Cibeureum. Kebetulan saat liburan kemarin aku mengunjungi tempat tersebut. Tepatnya berada di daerah Pondok Halimun Selabintana. (*eh yang bener Selabintana atau Salabintana sih?*). Perjalanan menuju lokasi hanya 25 km dari objek wisata Pondok Halimun atau disingkat PH.
Tetapi karena aku melakukan pemberangkatan melalui perkebunan teh (*sedikit berputar*), maka jaraknya lebih sedikit jauh. Sudah pasti kalo ke tempat macam begitu kontur jalannya berliku-liku (*belok kanan belok kiri maksudnya*), naik turun, bebatuan terus ada juga yang lewat jalan tanah yang lembab juga becek. Setelah melewati perkebunan teh nan luas dan indah yang memakan waktu amat cukup lama, kemudian lanjut masuk ke hutan. Suasananya masih sama dengan perjalanan sebelumnya (*waktu di kebon teh*) yang terasa sejuk dan sepi. Hanya saja di hutan kondisinya lebih lembab, lebih gelap, dan sedikit lebih menakutkan. Dan nggak kalah pentingnya yaitu kondisi jalannya yang lebih berliku dan lebih menanjak dan juga lebih licin. Sesekali saat tubuh mulai goyah tentu saja aku berhenti berjalan sejenak untuk beristirahat dan minum untuk menepis dahaga. (*ini nih nikmatnya jalan-jalan ke gunung*).
Setelah perjalanan yang hampir memakan waktu satu setengah jam lebih (*mungkin kalo lari bisa lebih cepet*), akhirnya tiba juga di tempat yang kutuju, objek wisata air terjun Curug Cibeureum.
Sejenak kuterpaku memandangnya. Entah apa yang kupikirkan. Aku benar-benar tercengang dibuatnya. (*duileh, segitunya….*). Dan tak lama kemudian aku berkomentar;
Ya ampun……….
Subhanallah…. Subhanallah…. Subhanallah….
Luar biasa….
Ini toh yang namanya Curug Cibeureum….
Sungguh indah nian pemandangan di depan mataku ini. Air terjun yang mengalir dari ketinggian, deras, segar, dan dingin. Membuat siapapun yang merasakannya akan tersihir untuk berlama-lama di sini. Hawa sejuknya melemaskan otot-ototku yang pegal karena perjalanan tadi yang cukup lama dan jauh (*jauh….sekali*). Anginnya yang semilir membuat bulu romaku menggelitik dan bulu kudukku berdiri (*bulu roma ma kuduk tuh sama nggak sih?*).
Nah… ini yang penting. Kurang lengkap rasanya kalo nggak foto-foto di sana. Sebab keindahan air terjunnya itu loh, sangat bagus, bagus banget, ma’ nyus, untuk dijadikan background. Lagipula sangat disesalkan jika sudah jauh-jauh mengunjungi curug tapi nggak ada gambar yang bias dikenang. Jadi maksudku bikin foto kenang-kenangan. Foto-fotonya kan bisa di pamerin ke siapa aja, sekalian promosi tempat itu. Itung-itung turut merealisasikan program pemerintah Visit Indonesian 2008. Iya nggak? Whehehehe……
Cukup lama aku menikmati keindahan Curug Cibeureum. Maka setelah puas (*belum puas sih…*) memandangi keindahannya, aku pun melanjutkan perjalanan untuk pulang (*sebab udah cape n udah siang juga*). Perjalanan pulang ini aku pilih jalur yang menuju PH karena jaraknya yang tidak terlalu jauh. Perjalannannya pun tidak terlalu melelahkan karena tidak banyak menanjak seperti saat berangkat tadi. Tetapi sayang beribu-ribu sayang di tengah perjalanan hujan turun (*seharusnya disyukuri bukan malah mengeluh, toh aku nggak sakit koq*). Berhubung tidak membawa payung maka aku pun hujan-hujanan. (*aku seneng banget ujan-ujanan, inget dulu*). Hingga tiba di PH hujan masih turun dengan deras. Di PH ini banyak sekali kios atau warung yang menjual berbagai makanan seperti bakso, mie ayam, gorengan, makanan-makanan kering, minuman (*anget atau dingin pasti ada*), dan juga jagung bakar. Enak kan, udah cape’, laper pula, enaknya makan jagung bakar (*tapi aku nggak suka*). Aku berhenti sejenak untuk menikmati mie ayam hangat. Perjalanan yang amat sangat melelahkan dan dingin sekali bikin perutku keroncongan. Mie ayam cukup lumayan untuk mengganjal perut dan mengusir rasa dingin. Di samping gerobak mie ayam aku makan dengan lahap (*meskipun rasanya masih kalah dengan mie ayam favoritku*) sambil menunggu angkutan umum (angkot) yang akan mengantarku pulang. Tetapi sangat disayangkan, setelah menunggu sekian lama, angkot yang ditunggu-tunggu tak kunjung menampakkan wujud. Karena sudah letih dan kesal, maka aku pun memaksakan diri untuk kembali berjalan kaki, saat itu aku berfikir mungkin aku bisa bertemu dengan angkot di tengah perjalanan nanti. Tetapi memang nasibku saat itu kurang mujur, angkot itu tak muncul-muncul sampai hujan kembali mengguyur bumi halimun yang sedang ku lewati ini. Yang sepi, tanpa ada siapapun yang peduli dengan kemalanganku.
Fiuh….. letih sudah badanku ini. Dingin menusuk-nusuk tulang belulangku. Pegal kakiku dan keram jari-jari kakiku. Mungkin aku telah berjalan seratus ribu langkah pada hari itu. Perjalananku ini sudah layaknya long march. Owh….. akhirnya perjalanan pulang menghabiskan waktu tiga setengah jam.
Pesanku buat siapapun yang berniat ingin dan akan mengunjungi Curug Cibeureum, siapkan fisik Anda secara prima, gunakan pakaian layaknya hiking seperti celana+kaos dan sepatu, bawalah perbekalan yang cukup seperti air minum + makanan yang bisa membuat Anda berenergi, payung atau lebih baik jas hujan untuk mengantisipasi saat hujan turun, dan bawalah pakaian ganti jika Anda ingin berbasah-basah di air terjun.
Selamat mengunjungi air terjun Curug Cibeureum.
Perjalanan menuju lokasi hanya 25 km dari objek wisata Pondok Halimun atau disingkat PH.
yang benar dari PH ke Curug Cibeureum hanya sekitar 3,2 kilometer.