Feeds:
Tulisan
Komentar

Ospek di kampusku

Assalamualaikum…..

Hallo teman-teman…!

Apa kabar blogku tercinta?

Suer deh, saya kangen banget bikin postingan.

Waduh…. Serasa melupakan hal terpenting dalam hidup.

Ya,,,,maklum lah.

Sibuk mempersiapkan diri jadi mahasiswi baru.

Wow….

Sekarang saya sudah pantas disebut mahasiswi loh….

Whehehe…….

Ada rasa haru juga. Akhirnya saya jadi anak kuliahan. Tapi kuliahnya sieh masih lama.

Untuk meluapkan rasa rindu saya pada blog tercinta ini, saya ingin menumpahkan seluruh cerita saya ketika ospek kemarin. Beneran, ini ospek lain dari yang lain, yang jelas lebih parah dari MOS SMA dulu, lebih parah dari pelantikan Paskibra SMP dulu. Makanya, nggak afdol kalo saya nggak memuseumkan cerita ospek.

Oke lah, nggak usah panjang lebar basa basi. Langsung je ye….

Namanya bukan ospek, tapi PPS, Pengenalan Program Studi. Pelaksanaannya dari tanggal 25 sampai 28 Agustus 2008. Empat hari yang cukup melelahkan, tapi nggak bisa dilupakan. Persiapan sebelum PPS lumayan lama, ada sekitar 2 minggu. Itu saya gunakan untuk mengakrabkan diri dengan teman-teman setim. Kebetulan saya masuk dalam kelompok 12 yang anggotanya berjumlah 16 orang yaitu: saya, Rizky, Rani, Elis, Inka, Desi, Anita, Vina, Yuli, Eggi, Bayu, Dena, Dewi, Dika, Nike, dan Endang. Enam belas orang harus bisa bersatu. Alhamdulillah. Kita ternyata bisa. Saya merasa bisa kompak dengan teman-teman. Dan selama PPS, kita jungkir balik bareng-bareng, susah senang sama-sama juga. Meskipun Endang, Yuli, dan Desi harus berpisah pada waktu-waktu tertentu karena mereka sakit.

Sebelum hari H PPS dimulai, saya dan teman-teman ditugaskan untuk mempersiapkan segala hal mulai dari kostum dan properti lainnya yang akan digunakan pada saat PPS. Kostum yang dikenakan sangat sangat mengerikan. Maksudnya lebih mengerikan dan lebih memalukan. Bagi siapapun yang mengenakannya, di jamin akan membuat semua orang yang melihat tertawa terpingkal-pingkal. Bahkan bisa jadi disebut orang setengah gila. Kenapa saya katakan demikian. Karena, jujur, saya benar-benar muak dengan kostum PPS. Silakan Anda bayangkan. Mulai dari atas kepala, topi terbuat dari baskom (biru) dengan dikelilingi rapia warna warni pada sekelilingnya. Kemeja putih dan celana panjang hitam longgar wajib dipakai setiap hari. Nggak lupa kemejanya dimasukkan ke dalam celana dan pake ikat pinggang hitam. Memakai papan nama putih berukuran 40×20 cm. Pada papan tersebut ditempel foto diri sendiri yang sudah berkostum lengkap bersama petugas kebersihan yang juga berseragam lengkap dan membawa alat-alat kebersihannya. Lalu memakai dasi dari pete dan pita dari jengkol. Mengalungkan dot bayi. Memakai pangkat pada bahu kanan dan kiri. Membawa handuk, mirip tukang becak deh. Menggendong tas yang terbuat dari karung beras ukuran 25 kg. Memakai kaos kaki bola, sebagian celana bagian bawah diselipkan pada kaos kaki. Sepatu hitam polos nggak boleh ada warna lain sedikit pun. Membawa senjata sapu ijuk, kebetulan saya adalah ketua kelompok jadi senjata ditambah dengan sapu lidi.

Fiuh……………………….

Sudahkah terbayang oleh Anda bagaimana penampilan saya dan teman-teman pada PPS kemarin? Dan bagaimana ribetnya membawa semua perlengkapan itu? Pengen marah, marah ma siapa? Pengen ngambek, ngmabek ama siapa? Pengen protes, protes ma siapa? Yah….paling ngeluh doang. Mau gimana lagi? Di bikin enjoy aja. Dibawa hepi aja. Itung-itung hiburan. Whehehe……………..

nah ini dia performance-ku

eh,,,ceritanya lanjut ntar ya….

Meneruskan postingan yang kemarin (26 Juli 2008) mengenai horroscope atau ramalan bintang. Sekarang saya ingin berbagi pengetahuan dengan Anda semua yang sudah mampir di blog saya ini atau kebetulan cuman ngintip aja.

Apakah Anda percaya tahayul?

Apakah Anda percaya ilmu dukun?

Apakah Anda percaya paranormal?

Apakah Anda percaya ilmu nujum?

Apakah Anda percaya astrologi?

Lalu bagaimana dengan ramalan? Apakah Anda juga percaya dengan zodiak Anda?

Lanjut Baca »

Kesempatan Kedua

kini ku sesali
nyata cintamu kasih
tak sempat terbaca hatiku
malah terabai olehku

lelah ku sembunyi
tutupi maksud hati
yang justru hidup karenamu
dan bisa mati tanpamu

reff:
andai saja aku masih punya
kesempatan kedua
pasti akan ku hapuskan lukamu
menjagamu, memberimu segenap cinta

ku sadari tak selayaknya
selalu penuh kecewa
kau lebih pantas bahagia
bahagia karena cintaku

Back to reff

kau bawa bersamamu
sebelah hatiku separuh jiwaku
yang mampu sempurnakan aku

Back to reff [2x]

Tau kan lagu itu…..
Ya. itu lagunya Tangga.
Sebenernya bukannya saya suka dengan lagunya. tapi ada sesuatu yang menarik dari judulnya ‘kesempatan kedua’. Andai saja ada kesempatan kedua buatku…..

Eh tau nggak berita pembunuhan berantai yang sekarang lagi booming di berita tivi? Itu loh yang tersangkanya Ryan. Tau kan…..
Saya bener-bener ngeri, serem sekaligus jijik. Nggak hanya di pelem-pelem aja yang ceritanya horor. Ternyata di dunia ini malah di Indonesia ada orang macam psikopat kayak Ryan itu tuh. Bener-bener biadab tuh si Ryan. Sekitar 8 orang yang telah menjadi korban kebiadabannya. Dan itu dia lakukan sudah sejak beberapa tahun yang lalu. Korbannya di bunuh trus ada juga yang sampai dimutilasi alias dicincang-cincang. Uh……… tindakan kriminal yang bener-bener keji.
Saya memang kurang paham dengan motif pembunuhan yang dilakukan Ryan. Yang saya tau dia tuh seorang guy. Korban-korbannya juga ada beberapa yang disebut sebagai teman sealirannya alias pacarnya. Jadi saya pikir, dia membunuh karena diterjang rasa cemburu dan mungkin juga karena desakan ekonomi (korban-korbannya pada banyak duit kale). Yang membuat saya heran juga, kenapa orang tuanya dan para tetangganya tidak mengetahui tindakan kejinya itu? Padahal kan beberapa korbannya ada yang dikubur di pekarangan rumah orang tuanya. Masa nggak ada yang liat si Ryan bikin lubang kuburan atau pas dia gotong mayat korbannya? Heran heran… yang jelas, sekarang polisi juga lagi menyelidikinya koq.

lubang kubur para korban pembunuhan

lubang kubur para korban pembunuhan

O iya. Selain cerita pembunuhan berantai si Ryan di atas. Ada lagi cerita pembunuhan lain yang kini marak dilakukan. Seperti pembunuhan yang korbannya dimasukkan ke dalam koper. Tuh kan lagi-lagi akal bulus manusia yang tak terkendali. Setelah harta benda korbannya dirampas kemudian si korban dibunuh dan setelah itu dimasukkan ke dalam koper. Lalu si tersangka membuang koper naas itu ke tempat sepi atau ke sungai. Aduh….kasian banget nasib akhir hayat si korban. Ide demikian dilakukan si pelaku adalah untuk mengelabui orang-orang agar tidak mencurigai dirinya. Tapi kan serapat-rapatnya bangkai disembunyikan tetep bakal ketauan juga. Yah payah…. Tetep aja polisi bisa tau siapa pelaku pembunuhannya kan. Apalagi zaman sekarang kan udah ada tes DNA, itu tuh salah satu yang dilakukan polisi untuk menyelidiki pelaku.

Ah….yang sangat membuat hati saya miris saat ini adalah sikap-sikap manusia jaman sekarang yang karena desakan untuk terus bertahan hidup membuat mereka menghalalkan segala cara. Owh…..
Kemana perginya nurani manusia? Sudah tak adakah akal sehat dalam diri manusia? Mengapa semakin hari banyak manusia cenderung menyerupai tingkah laku hewan? Bahkan lebih parah dari hewan karena nggak semua hewan punya nurani biadab. Kemana hilangnya sisi kemanusiaan manusia?
Tekanan psikologis telah membuat manusia kehilangan nurani dan akal sehat.

My Horroscope

Like a struggling plant in the desert, your brain is eager to soak up every bit our nourishment that it can, today. At first, you might not feel like there is enough substance in the conversation you’re involved in — people seem to be too concerned with trivial matters and celebrity gossip when you really hunger for a good debate. But later on in the day, you will find the conversational partner you’ve been looking for. Dive right into it with them, and watch the two of you get closer than ever.

Ada apa dengan horroscope?

Sebenernya ada yang pengen saya omongin tentang horroscope atau ramalan yang kaya gitu deh. tapi bentar ya…………

Menulis, Susah Nggak sih?

Menulis itu gampang. Menulis yang kayak gimana? Maksud saya bukan sekedar menulis sesuatu di atas kertas dengan menggunakan ballpoint saja, tapi menulis yang saya maksud adalah mengarang, menuangkan gagasan-gagasan ke dalam sebuah karangan. Dan bagi saya menulis seperti itu cukup sulit.

Saat otak telah siap mengeluarkan ide-ide brilian, hati dengan penuh emosi dan jiwa yang begitu bersemangat untuk segera mewujudkan ide-ide itu dalam bentuk tulisan, entah mengapa jari-jari tanganku ini yang telah siap dengan sebuah pena atau telah siap memijit tombol-tombol keyboard, tiba-tiba terasa kaku. Mata sudah tertuju pada selembar kertas atau layar monitor, namun jari-jari ini tak kunjung melemas. Dan hati pun bergumam, “Ayolah, saya mau menulis apa?”, “Apa yang mau ditulis?”, “Mulai dari mana?”, “Aduh…ko susah sih?”. Hal inilah yang sangat sering saya rasakan. Kadang kebuntuan dalam menulis tidak hanya karena kita tidak memiliki ide/gagasan/inspirasi saja. Bahkan ketika ide-ide brilian atau inspirasi hebat sudah ditemukan pun, saya masih merasa kebuntuan untuk memulai menggoreskan kata-kata yang akan mengungakapkan semua ide-ide dalam otak saya ini. Lanjut Baca »

Hoahhhhh…..

Ngantuk banget seh? Ngantuk….tuk….tuk….

Sekarang tuh masih pagi, sekitar jam 10an. Ko ini mata rasanya berat banget buat melek. Trus kepala rasanya nyut nyutan, alias pusing banget.

Saya lagi baca buku, trus tiba-tiba sindrom ngantuk datang lagi. Akhirnya saya menjatuhkan kepala ke atas bantal. Kebetulan saya sedang duduk di atas kasur tidur saya. Lalu saya terperanjat bangun oleh suara tangisan adik yang begitu lantang. Dengan pandangan yang sedikit kabur (rasanya lagi gempa), saya menyalakan komputer dan memulai mengetik postingan ini.

Kenapa ya saya sering mengantuk antara jam 9-10 pagi? Lanjut Baca »

« Newer Posts - Tulisan Sebelumnya »