Feeds:
Pos
Komentar

Archive for Juni, 2008

Tulisan ini adalah tugas dari guru PKn di sekolah saya. Dengan ini saya ingin memohon maaf kepada Ibu Tri Utami karena tugas ini tidak saya kumpulkan. Bahkan saya tidak menghubungi ibu sama sekali. Maafkan muridmu ini bu…. Alasan kenapa saya tidak mengumpulkan tugas ini adalah: pertama, kesibukan dalam menghadapi UN kemarin, jadi saya lupa dengan tugas ini. kedua, ketika saya ingat tugas ini, saya langsung menyelesaikannya, tetapi waktunya sudah telat. ketiga, teman-teman saya tidak mengumpulkan tugas ini juga, jadi saya harus solider untuk tidak ikut mengumpulkan tugas ini.
Begitulah alasannya. Sekali lagi saya mohon maaf yang sebesar-besarnya. O iya, saya juga ingin mengucapkan terimakasih karena ibu telah memberikan nilai yang cukup baik di raport semester akhir saya.

GLOBALISASI merupakan suatu proses pengintegrasian manusia dengan segala macam aspek-aspeknya ke dalam satu kesatuan masyarakat yang utuh dan yang lebih besar.
Bicara soal globalisasi nampaknya bukan hal yang asing pada saat ini. Karena globalisasi telah menjadi bagian dari kehidupan kita.Globalisasi identik dengan sesuatu yang berkaitan dengan dunia, internasional, atau seluruh alam jagat raya. Kita tidak dapat melepaskan diri dari globalisasi. Ibaratnya, siap atau tidak siap, kita mesti berhadapn dengan globalisasi. Namun demikian, arus globalisasi ternyata tidak selamanya berdampak positif. Oleh karena itu, kita harus mempunyai filter untuk menghadapinya agar kita tidak terlindas oleh arus jaman yang semakin deras. Justru sebaliknya, kitalah yang harus mengendalikan jaman. Kita harus tetap menjadi manusia yang berjiwa manusiawi. Untuk kesuksesan dan kesejahteraan umat manusia di seluruh dunia khususnya di negeri kita sendiri.
Indonesia negeri kita yang kaya akan sumber daya dan keanekaragaman. Bahkan beberapa dekade yang lalu, Indonesia pernah hampir mendapat julukan sebagai macan Asia, karena memiliki potensi sangat besar seperti sumber daya alam yang melimpah, jumlah penduduk terbesar nomor empat di dunia serta kemampuan diplomasi yang tinggi. Namun dalam perjalanannya keadaan bangsa Indonesia justru mengarah kepada kondisi yang sebaliknya bila dihadap-kan dengan perkembangan negara-negara di kawasan Asia Tenggara khususnya dan Asia pada umumnya.
Keanekaragaman Suku, Agama, Ras dan Adat Istiadat yang dulu terjalin kokoh kuat dalam bingkai kebangsaan Indonesia, kini terasa semakin longgar dan rentan terhadap masuknya pengaruh nilai-nilai universal yang tidak sesuai dengan nilai-nilai dan norma-norma yang berlaku di Indonesia merupakan dampak dari perubahan lingkungan yang tidak dapat terhindari. Kita memang mengakui dan menerima adanya perubahan yang terjadi, karena itu merupakan sebuah keniscayaan yang tidak dapat dihindari. Perkembangan itu harus kita ikuti agar bangsa kita tidak tertinggal jauh dan dapat berdiri sejajar dengan bangsa-bangsa lainnya di dunia. Namun, masuknya nilai-nilai yang tidak sesuai dengan budaya bangsa kita, tidak boleh dipaksakan untuk diterima, karena jika hal itu terjadi, maka akan berakibat fatal bagi bangsa Indonesia sendiri.
Oleh karena itu bangsa Indonesia harus siap dengan segala perubahan baik positif maupun negatif, sehingga perubahan harus diwaspai dengan memperkuat kemampuan diri untuk bersaing. Dengan adanya arus global mau tidak mau jelas memberikan perubahan pada kebudayaan bangsa yaitu perubahan dan pergeseran pola hidup masyarakat yang antara lain:
1. Masyarakat agraris tradisional menjadi masyarakat industri modern.
2. Kehidupan berasaskan kebersamaan (kekeluargaan) menjadi kehidupan individualis.
3. Kehidupan lamban menjadi kehidupan serba cepat.
4. Kehidupan berasas nilai sosial menjadi kehidupan konsumeris materialis.
5. Kehidupan yang bergantung pada alam menjadi kehidupan yang menguasai alam.
6. Kehidupan dengan informasi dan transportasi yang lamban menjadi berkembang pesat.
7. Kehidupan yang lengkap dengan kehidupan budaya tradisional menjadi pola hidup budaya barat.
Dari contoh kalimat tersebut dapat berpengaruh terhadap kehidupan masyarakat Indonesia. Pengaruh tersebut dapat dikelompokkan menjadi dua macam aspek yaitu aspek negatif dan aspek positif.

Setelah menyimak bacaan diatas, tabel di bawah ini mengelompokkan aspek positif dan aspek negatif berikut dengan contohnya.

Aspek positif Contoh Aspek negatif Contoh
Mengerti perkembangan zaman Kemajuan teknologi informasi yang semakin meluas. Mementingkan diri sendiri daripada kepentingan bersama.
Hal ini dibuktikan pada masyarakat kini yang lebih individualis. Barang-barang modern seperti walkman/mp4 yang disertai dengan headset dapat membuat si pengguna menikmatinya sendiri.
Contoh lainnya yaitu anak-anak zaman sekarang lebih banyak yang memilih playstation daripada permainan tradisional.
Akses komunikasi menjadi lebih mudah dan cepat. Adanya jaringan internet, telepon ataupun handphone memudahkan masyarakat dalam berkomunikasi.
Dapat mengefisiensikan waktu dan lebih praktis. Alat-alat canggih yang telah diproduksi bisa menghemat waktu kerja. Seperti mesin-mesin yang mempermudah urusan rumah tangga (mesin cuci, rice cooker, oven, dll).
Saat ini transportasi lebih mudah dan biayanya pun lebih terjangkau. Kebiasaan hidup yang serba instan membuat masyarakat malas menggunakan cara yang memakan waktu lama. Ibu rumah tangga yang lebih memilih menggunakan kompor gas, bumbu siap saji dalam kemasan untuk keperluan memasak.
Masyarakat dulu menggunakan obat-obat dari alam, berupa jamu. Tetapi masyarakat sekarang lebih memilih obat-obatan siap minum yang berbentuk tablet, pil, dsb.
Terjalin hubungan bilateral maupun multilateral yang dapat memperkaya keanekaragaman bangsa Indonesia. Pertukaran pelajar untuk menujukkan kekayaan budaya bangsa.
Turnamen antar negara di bidang akademik maupun non akademik (olahraga). Kurangnya kesadaran dan ketidakpedulian akan budaya bangsa sendiri. Banyak masyarakat Indonesia yang menjadi korban mode dari negara barat.
Saking cintanya terhadap budaya lain, budaya Indonesia banyak dicuri orang.

Globalisasi telah mempengaruhi berbagai aspek kehidupan. Oleh karena itu untuk menyikapi globalisasi kita perlu melirik pada peluang dan tantangan dari globalisasi. Adapun peluang dan tantangan di era globalisasi dilihat dari satu aspek saja yaitu terhadap bisnis terbuka. Berikut penjelasannya.

Peluang di era globalisasi terhadap bisnis terbuka
1. Mudahnya kerjasama antar pebisnis asing.
2. Memudahkan untuk meminjam modal.
3. Tenaga ahli mudah didapat.
4. Membuka cabang perusahaan lebih mudah.
5. Mudah untuk memasarkan produk.
6. Memajukan teknologi komunikasi, informasi, dan transportasi.
7. Bahan baku di alam mudah didapat.
8. Peningkatan efisiensi teknologi.
9. Mudah untuk melakukan investasi.
10. Pemberian keterampilan hidup.
11. Menemukan dan menentukan budaya dan sikap hidup global.
12. Menumbuhkan wawasan kebangsaan dan identitas nasional.
13. Menciptakan pemerintahan yang transparan.
14. Akses informasi semakin mudah dan cepat.
15. Memudahkan kontak secara individual maupun kelompok dalam skala internasional.

Tantangan di era globalisasi terhadap bisnis terbuka
1. Persaingan ketat untuk berbisnis.
2. Siap menghadapi resiko kemunduran bisnis.
3. Persaingan ketat untuk berbisnis.
4. Siap menghadapi resiko kemunduran bisnis.
5. Timbul krisis ekonomi.
6. Timbulnya KKN.
7. Terbukanya pasar dalam negeri terhadap ekonomi nasional.
8. Isu tentang demokrasi.
9. Isu tentang HAM.
10. Isu tentang pelestarian lingkungan hidup.
11. Pluralisme (sikap menghargai keanekaragaman dan perbedaan).
12. Isu tentang pasar global.
13. Isu tentang pesaing global.

Demikian point-point dari peluang dan tantangan di era globalisasi terhadap bisnis terbuka.

Berikut ini analisis bentuk/sikap kepedulian pelajar dan kaum intelektual terhadap masalah-masalah globalisasi yang mempengaruhi kehidupan.
Globalisasi telah mempengaruhi berbagai aspek kehidupan baik positif maupun negatif. Misal, dengan semakin berkembangnya ilmu pengetahuan dan teknologi yang telah tersebar luas di masyarakat.
Dengan terus melihat dan turut serta dalam perkembangan globalisasi akan mampu mensejajarkan / menyeimbangkan kehidupan negara dengan negara lain. Tetapi perkembangan globalisasi yang tersebar di seluruh lapisan masyarakat diperlukan adanya filter yang disesuaikan dengan budaya, moral dan aspek-aspek lain yang ada di lingkungan bangsa kita.
Pelajar dan kaum intelektual memiliki tanggung jawab dalam menyikapi arus globalisasi saat ini. Pelajar dan kaum intelektual memiliki ilmu yang sudah trtanam dalam diri dan nurani mereka, sehingga dapat menyikapi berbagai bentuk globalisasi.
Kemajuan teknologi informasi (IT) telah membawa perubahan yang besar di semua bidang kehidupan, termasuk bidang pendidikan. Misal, dengan adanya jaringan internet (salah satu dari kemajuan TI), sumber belajar menjadi tidak terbats. Jarsingan internet dapat dimanfaatkan untuk mencari dan menemukan secara mudah dan cepat bahan-bahan belajar. Kemajuan teknologi tersebut sudah selayaknya dimanfaatkan secara positif melalui kegiatan belajar mengajar di sekolah. Di sisi lain, apabila tidak hati-hati, khadiran internet juga bisa berdampak negatif. Siswa atau siapa saja dapat dengan mudah mengakses beragam informasi yang tidak mendidik.
Dari sisi budaya, era globalisasi membawa beraneka ragam budaya yang sangat dimungkinkan mempengaruhi pola pikir, tingkah laku, dan sistem nilai masyarakat. Pelajar yang cerdas dapat menyerap dan menyikapi berbagai budaya asing. Pengaruh budaya asing dapat dimanfaatkan untuk memicu kemajuan banmgsa kita. Sebagai contoh, kedisiplinan, ketertiban, dan semangat kerja keras dari suatu negara kisalnya apabila kita mau dapat kita pelajari dari mereka.
Masyarakat umumnya lebih bangga terhadap hal-hal yang berkaitan denganpengaruh budaya asing. Dalam kenyataan sehari-hari ada kecenderungan kuat bahwa masyarakat kita sangat mengagumi produk-produk impor dan pikiran-pikiran orang-orng asing juga lebih dipercaya dari pada pikuran orang dalam negeri.
Dari uraian di atas, maka pelajar dan kaum intelektual harus lebih giat menuntut ilmu, agar ilmunya dan pikiran-pikirannya dapat diamalkan dan bermanfaat untuk bangsa kita. Pelajar dan kaum intelektual pun perlu memiliki wawasan kebangsaan yang luas karena wawasan kebangsaan merupakan kunci dari tegak dan hancurnya suatu bangsa. Unsur pokok wawasan kebangsaan itu adalah komitmen yang menjunjung tinggi hak dan kewajiban setiap warga negara, ditetapkan melalui proses politik yang konstitusional dan dilaksanakan dengan konsekuensi hukum yang tinggi. Konsepsi untuk memantapkan wawasan kebangsaan, secara garis besar meliputi tiga dimensi pembinaan, yakni rasa kebangsaan, paham kebangsaan dan semangat kebangsaan. Dengan begitu maka bangsa kita akan siap menghadapi globalisasi pada saat ini dan juga masa mendatang.

GLOBALISASI merupakan suatu proses pengintegrasian manusia dengan segala macam aspek-aspeknya ke dalam satu kesatuan masyarakat yang utuh dan yang lebih besar.
Bicara soal globalisasi nampaknya bukan hal yang asing pada saat ini. Karena globalisasi telah menjadi bagian dari kehidupan kita.Globalisasi identik dengan sesuatu yang berkaitan dengan dunia, internasional, atau seluruh alam jagat raya. Kita tidak dapat melepaskan diri dari globalisasi. Ibaratnya, siap atau tidak siap, kita mesti berhadapn dengan globalisasi. Namun demikian, arus globalisasi ternyata tidak selamanya berdampak positif. Oleh karena itu, kita harus mempunyai filter untuk menghadapinya agar kita tidak terlindas oleh arus jaman yang semakin deras. Justru sebaliknya, kitalah yang harus mengendalikan jaman. Kita harus tetap menjadi manusia yang berjiwa manusiawi. Untuk kesuksesan dan kesejahteraan umat manusia di seluruh dunia khususnya di negeri kita sendiri.
Indonesia negeri kita yang kaya akan sumber daya dan keanekaragaman. Bahkan beberapa dekade yang lalu, Indonesia pernah hampir mendapat julukan sebagai macan Asia, karena memiliki potensi sangat besar seperti sumber daya alam yang melimpah, jumlah penduduk terbesar nomor empat di dunia serta kemampuan diplomasi yang tinggi. Namun dalam perjalanannya keadaan bangsa Indonesia justru mengarah kepada kondisi yang sebaliknya bila dihadap-kan dengan perkembangan negara-negara di kawasan Asia Tenggara khususnya dan Asia pada umumnya.
Keanekaragaman Suku, Agama, Ras dan Adat Istiadat yang dulu terjalin kokoh kuat dalam bingkai kebangsaan Indonesia, kini terasa semakin longgar dan rentan terhadap masuknya pengaruh nilai-nilai universal yang tidak sesuai dengan nilai-nilai dan norma-norma yang berlaku di Indonesia merupakan dampak dari perubahan lingkungan yang tidak dapat terhindari. Kita memang mengakui dan menerima adanya perubahan yang terjadi, karena itu merupakan sebuah keniscayaan yang tidak dapat dihindari. Perkembangan itu harus kita ikuti agar bangsa kita tidak tertinggal jauh dan dapat berdiri sejajar dengan bangsa-bangsa lainnya di dunia. Namun, masuknya nilai-nilai yang tidak sesuai dengan budaya bangsa kita, tidak boleh dipaksakan untuk diterima, karena jika hal itu terjadi, maka akan berakibat fatal bagi bangsa Indonesia sendiri.
Oleh karena itu bangsa Indonesia harus siap dengan segala perubahan baik positif maupun negatif, sehingga perubahan harus diwaspai dengan memperkuat kemampuan diri untuk bersaing. Dengan adanya arus global mau tidak mau jelas memberikan perubahan pada kebudayaan bangsa yaitu perubahan dan pergeseran pola hidup masyarakat yang antara lain:
1. Masyarakat agraris tradisional menjadi masyarakat industri modern.
2. Kehidupan berasaskan kebersamaan (kekeluargaan) menjadi kehidupan individualis.
3. Kehidupan lamban menjadi kehidupan serba cepat.
4. Kehidupan berasas nilai sosial menjadi kehidupan konsumeris materialis.
5. Kehidupan yang bergantung pada alam menjadi kehidupan yang menguasai alam.
6. Kehidupan dengan informasi dan transportasi yang lamban menjadi berkembang pesat.
7. Kehidupan yang lengkap dengan kehidupan budaya tradisional menjadi pola hidup budaya barat.
Dari contoh kalimat tersebut dapat berpengaruh terhadap kehidupan masyarakat Indonesia. Pengaruh tersebut dapat dikelompokkan menjadi dua macam aspek yaitu aspek negatif dan aspek positif.

Setelah menyimak bacaan diatas, tabel di bawah ini mengelompokkan aspek positif dan aspek negatif berikut dengan contohnya.

Aspek positif Contoh Aspek negatif Contoh
Mengerti perkembangan zaman Kemajuan teknologi informasi yang semakin meluas. Mementingkan diri sendiri daripada kepentingan bersama.
Hal ini dibuktikan pada masyarakat kini yang lebih individualis. Barang-barang modern seperti walkman/mp4 yang disertai dengan headset dapat membuat si pengguna menikmatinya sendiri.
Contoh lainnya yaitu anak-anak zaman sekarang lebih banyak yang memilih playstation daripada permainan tradisional.
Akses komunikasi menjadi lebih mudah dan cepat. Adanya jaringan internet, telepon ataupun handphone memudahkan masyarakat dalam berkomunikasi.
Dapat mengefisiensikan waktu dan lebih praktis. Alat-alat canggih yang telah diproduksi bisa menghemat waktu kerja. Seperti mesin-mesin yang mempermudah urusan rumah tangga (mesin cuci, rice cooker, oven, dll).
Saat ini transportasi lebih mudah dan biayanya pun lebih terjangkau. Kebiasaan hidup yang serba instan membuat masyarakat malas menggunakan cara yang memakan waktu lama. Ibu rumah tangga yang lebih memilih menggunakan kompor gas, bumbu siap saji dalam kemasan untuk keperluan memasak.
Masyarakat dulu menggunakan obat-obat dari alam, berupa jamu. Tetapi masyarakat sekarang lebih memilih obat-obatan siap minum yang berbentuk tablet, pil, dsb.
Terjalin hubungan bilateral maupun multilateral yang dapat memperkaya keanekaragaman bangsa Indonesia. Pertukaran pelajar untuk menujukkan kekayaan budaya bangsa.
Turnamen antar negara di bidang akademik maupun non akademik (olahraga). Kurangnya kesadaran dan ketidakpedulian akan budaya bangsa sendiri. Banyak masyarakat Indonesia yang menjadi korban mode dari negara barat.
Saking cintanya terhadap budaya lain, budaya Indonesia banyak dicuri orang.

Globalisasi telah mempengaruhi berbagai aspek kehidupan. Oleh karena itu untuk menyikapi globalisasi kita perlu melirik pada peluang dan tantangan dari globalisasi. Adapun peluang dan tantangan di era globalisasi dilihat dari satu aspek saja yaitu terhadap bisnis terbuka. Berikut penjelasannya.

Peluang di era globalisasi terhadap bisnis terbuka
1. Mudahnya kerjasama antar pebisnis asing.
2. Memudahkan untuk meminjam modal.
3. Tenaga ahli mudah didapat.
4. Membuka cabang perusahaan lebih mudah.
5. Mudah untuk memasarkan produk.
6. Memajukan teknologi komunikasi, informasi, dan transportasi.
7. Bahan baku di alam mudah didapat.
8. Peningkatan efisiensi teknologi.
9. Mudah untuk melakukan investasi.
10. Pemberian keterampilan hidup.
11. Menemukan dan menentukan budaya dan sikap hidup global.
12. Menumbuhkan wawasan kebangsaan dan identitas nasional.
13. Menciptakan pemerintahan yang transparan.
14. Akses informasi semakin mudah dan cepat.
15. Memudahkan kontak secara individual maupun kelompok dalam skala internasional.

Tantangan di era globalisasi terhadap bisnis terbuka
1. Persaingan ketat untuk berbisnis.
2. Siap menghadapi resiko kemunduran bisnis.
3. Persaingan ketat untuk berbisnis.
4. Siap menghadapi resiko kemunduran bisnis.
5. Timbul krisis ekonomi.
6. Timbulnya KKN.
7. Terbukanya pasar dalam negeri terhadap ekonomi nasional.
8. Isu tentang demokrasi.
9. Isu tentang HAM.
10. Isu tentang pelestarian lingkungan hidup.
11. Pluralisme (sikap menghargai keanekaragaman dan perbedaan).
12. Isu tentang pasar global.
13. Isu tentang pesaing global.

Demikian point-point dari peluang dan tantangan di era globalisasi terhadap bisnis terbuka.

Berikut ini analisis bentuk/sikap kepedulian pelajar dan kaum intelektual terhadap masalah-masalah globalisasi yang mempengaruhi kehidupan.
Globalisasi telah mempengaruhi berbagai aspek kehidupan baik positif maupun negatif. Misal, dengan semakin berkembangnya ilmu pengetahuan dan teknologi yang telah tersebar luas di masyarakat.
Dengan terus melihat dan turut serta dalam perkembangan globalisasi akan mampu mensejajarkan / menyeimbangkan kehidupan negara dengan negara lain. Tetapi perkembangan globalisasi yang tersebar di seluruh lapisan masyarakat diperlukan adanya filter yang disesuaikan dengan budaya, moral dan aspek-aspek lain yang ada di lingkungan bangsa kita.
Pelajar dan kaum intelektual memiliki tanggung jawab dalam menyikapi arus globalisasi saat ini. Pelajar dan kaum intelektual memiliki ilmu yang sudah trtanam dalam diri dan nurani mereka, sehingga dapat menyikapi berbagai bentuk globalisasi.
Kemajuan teknologi informasi (IT) telah membawa perubahan yang besar di semua bidang kehidupan, termasuk bidang pendidikan. Misal, dengan adanya jaringan internet (salah satu dari kemajuan TI), sumber belajar menjadi tidak terbats. Jarsingan internet dapat dimanfaatkan untuk mencari dan menemukan secara mudah dan cepat bahan-bahan belajar. Kemajuan teknologi tersebut sudah selayaknya dimanfaatkan secara positif melalui kegiatan belajar mengajar di sekolah. Di sisi lain, apabila tidak hati-hati, khadiran internet juga bisa berdampak negatif. Siswa atau siapa saja dapat dengan mudah mengakses beragam informasi yang tidak mendidik.
Dari sisi budaya, era globalisasi membawa beraneka ragam budaya yang sangat dimungkinkan mempengaruhi pola pikir, tingkah laku, dan sistem nilai masyarakat. Pelajar yang cerdas dapat menyerap dan menyikapi berbagai budaya asing. Pengaruh budaya asing dapat dimanfaatkan untuk memicu kemajuan banmgsa kita. Sebagai contoh, kedisiplinan, ketertiban, dan semangat kerja keras dari suatu negara kisalnya apabila kita mau dapat kita pelajari dari mereka.
Masyarakat umumnya lebih bangga terhadap hal-hal yang berkaitan denganpengaruh budaya asing. Dalam kenyataan sehari-hari ada kecenderungan kuat bahwa masyarakat kita sangat mengagumi produk-produk impor dan pikiran-pikiran orang-orng asing juga lebih dipercaya dari pada pikuran orang dalam negeri.
Dari uraian di atas, maka pelajar dan kaum intelektual harus lebih giat menuntut ilmu, agar ilmunya dan pikiran-pikirannya dapat diamalkan dan bermanfaat untuk bangsa kita. Pelajar dan kaum intelektual pun perlu memiliki wawasan kebangsaan yang luas karena wawasan kebangsaan merupakan kunci dari tegak dan hancurnya suatu bangsa. Unsur pokok wawasan kebangsaan itu adalah komitmen yang menjunjung tinggi hak dan kewajiban setiap warga negara, ditetapkan melalui proses politik yang konstitusional dan dilaksanakan dengan konsekuensi hukum yang tinggi. Konsepsi untuk memantapkan wawasan kebangsaan, secara garis besar meliputi tiga dimensi pembinaan, yakni rasa kebangsaan, paham kebangsaan dan semangat kebangsaan. Dengan begitu maka bangsa kita akan siap menghadapi globalisasi pada saat ini dan juga masa mendatang.

GLOBALISASI merupakan suatu proses pengintegrasian manusia dengan segala macam aspek-aspeknya ke dalam satu kesatuan masyarakat yang utuh dan yang lebih besar.
Bicara soal globalisasi nampaknya bukan hal yang asing pada saat ini. Karena globalisasi telah menjadi bagian dari kehidupan kita.Globalisasi identik dengan sesuatu yang berkaitan dengan dunia, internasional, atau seluruh alam jagat raya. Kita tidak dapat melepaskan diri dari globalisasi. Ibaratnya, siap atau tidak siap, kita mesti berhadapn dengan globalisasi. Namun demikian, arus globalisasi ternyata tidak selamanya berdampak positif. Oleh karena itu, kita harus mempunyai filter untuk menghadapinya agar kita tidak terlindas oleh arus jaman yang semakin deras. Justru sebaliknya, kitalah yang harus mengendalikan jaman. Kita harus tetap menjadi manusia yang berjiwa manusiawi. Untuk kesuksesan dan kesejahteraan umat manusia di seluruh dunia khususnya di negeri kita sendiri.
Indonesia negeri kita yang kaya akan sumber daya dan keanekaragaman. Bahkan beberapa dekade yang lalu, Indonesia pernah hampir mendapat julukan sebagai macan Asia, karena memiliki potensi sangat besar seperti sumber daya alam yang melimpah, jumlah penduduk terbesar nomor empat di dunia serta kemampuan diplomasi yang tinggi. Namun dalam perjalanannya keadaan bangsa Indonesia justru mengarah kepada kondisi yang sebaliknya bila dihadap-kan dengan perkembangan negara-negara di kawasan Asia Tenggara khususnya dan Asia pada umumnya.
Keanekaragaman Suku, Agama, Ras dan Adat Istiadat yang dulu terjalin kokoh kuat dalam bingkai kebangsaan Indonesia, kini terasa semakin longgar dan rentan terhadap masuknya pengaruh nilai-nilai universal yang tidak sesuai dengan nilai-nilai dan norma-norma yang berlaku di Indonesia merupakan dampak dari perubahan lingkungan yang tidak dapat terhindari. Kita memang mengakui dan menerima adanya perubahan yang terjadi, karena itu merupakan sebuah keniscayaan yang tidak dapat dihindari. Perkembangan itu harus kita ikuti agar bangsa kita tidak tertinggal jauh dan dapat berdiri sejajar dengan bangsa-bangsa lainnya di dunia. Namun, masuknya nilai-nilai yang tidak sesuai dengan budaya bangsa kita, tidak boleh dipaksakan untuk diterima, karena jika hal itu terjadi, maka akan berakibat fatal bagi bangsa Indonesia sendiri.
Oleh karena itu bangsa Indonesia harus siap dengan segala perubahan baik positif maupun negatif, sehingga perubahan harus diwaspai dengan memperkuat kemampuan diri untuk bersaing. Dengan adanya arus global mau tidak mau jelas memberikan perubahan pada kebudayaan bangsa yaitu perubahan dan pergeseran pola hidup masyarakat yang antara lain:
1. Masyarakat agraris tradisional menjadi masyarakat industri modern.
2. Kehidupan berasaskan kebersamaan (kekeluargaan) menjadi kehidupan individualis.
3. Kehidupan lamban menjadi kehidupan serba cepat.
4. Kehidupan berasas nilai sosial menjadi kehidupan konsumeris materialis.
5. Kehidupan yang bergantung pada alam menjadi kehidupan yang menguasai alam.
6. Kehidupan dengan informasi dan transportasi yang lamban menjadi berkembang pesat.
7. Kehidupan yang lengkap dengan kehidupan budaya tradisional menjadi pola hidup budaya barat.
Dari contoh kalimat tersebut dapat berpengaruh terhadap kehidupan masyarakat Indonesia. Pengaruh tersebut dapat dikelompokkan menjadi dua macam aspek yaitu aspek negatif dan aspek positif.

Setelah menyimak bacaan diatas, tabel di bawah ini mengelompokkan aspek positif dan aspek negatif berikut dengan contohnya.

Aspek positif Contoh Aspek negatif Contoh
Mengerti perkembangan zaman Kemajuan teknologi informasi yang semakin meluas. Mementingkan diri sendiri daripada kepentingan bersama.
Hal ini dibuktikan pada masyarakat kini yang lebih individualis. Barang-barang modern seperti walkman/mp4 yang disertai dengan headset dapat membuat si pengguna menikmatinya sendiri.
Contoh lainnya yaitu anak-anak zaman sekarang lebih banyak yang memilih playstation daripada permainan tradisional.
Akses komunikasi menjadi lebih mudah dan cepat. Adanya jaringan internet, telepon ataupun handphone memudahkan masyarakat dalam berkomunikasi.
Dapat mengefisiensikan waktu dan lebih praktis. Alat-alat canggih yang telah diproduksi bisa menghemat waktu kerja. Seperti mesin-mesin yang mempermudah urusan rumah tangga (mesin cuci, rice cooker, oven, dll).
Saat ini transportasi lebih mudah dan biayanya pun lebih terjangkau. Kebiasaan hidup yang serba instan membuat masyarakat malas menggunakan cara yang memakan waktu lama. Ibu rumah tangga yang lebih memilih menggunakan kompor gas, bumbu siap saji dalam kemasan untuk keperluan memasak.
Masyarakat dulu menggunakan obat-obat dari alam, berupa jamu. Tetapi masyarakat sekarang lebih memilih obat-obatan siap minum yang berbentuk tablet, pil, dsb.
Terjalin hubungan bilateral maupun multilateral yang dapat memperkaya keanekaragaman bangsa Indonesia. Pertukaran pelajar untuk menujukkan kekayaan budaya bangsa.
Turnamen antar negara di bidang akademik maupun non akademik (olahraga). Kurangnya kesadaran dan ketidakpedulian akan budaya bangsa sendiri. Banyak masyarakat Indonesia yang menjadi korban mode dari negara barat.
Saking cintanya terhadap budaya lain, budaya Indonesia banyak dicuri orang.

Globalisasi telah mempengaruhi berbagai aspek kehidupan. Oleh karena itu untuk menyikapi globalisasi kita perlu melirik pada peluang dan tantangan dari globalisasi. Adapun peluang dan tantangan di era globalisasi dilihat dari satu aspek saja yaitu terhadap bisnis terbuka. Berikut penjelasannya.

Peluang di era globalisasi terhadap bisnis terbuka
1. Mudahnya kerjasama antar pebisnis asing.
2. Memudahkan untuk meminjam modal.
3. Tenaga ahli mudah didapat.
4. Membuka cabang perusahaan lebih mudah.
5. Mudah untuk memasarkan produk.
6. Memajukan teknologi komunikasi, informasi, dan transportasi.
7. Bahan baku di alam mudah didapat.
8. Peningkatan efisiensi teknologi.
9. Mudah untuk melakukan investasi.
10. Pemberian keterampilan hidup.
11. Menemukan dan menentukan budaya dan sikap hidup global.
12. Menumbuhkan wawasan kebangsaan dan identitas nasional.
13. Menciptakan pemerintahan yang transparan.
14. Akses informasi semakin mudah dan cepat.
15. Memudahkan kontak secara individual maupun kelompok dalam skala internasional.

Tantangan di era globalisasi terhadap bisnis terbuka
1. Persaingan ketat untuk berbisnis.
2. Siap menghadapi resiko kemunduran bisnis.
3. Persaingan ketat untuk berbisnis.
4. Siap menghadapi resiko kemunduran bisnis.
5. Timbul krisis ekonomi.
6. Timbulnya KKN.
7. Terbukanya pasar dalam negeri terhadap ekonomi nasional.
8. Isu tentang demokrasi.
9. Isu tentang HAM.
10. Isu tentang pelestarian lingkungan hidup.
11. Pluralisme (sikap menghargai keanekaragaman dan perbedaan).
12. Isu tentang pasar global.
13. Isu tentang pesaing global.

Demikian point-point dari peluang dan tantangan di era globalisasi terhadap bisnis terbuka.

Berikut ini analisis bentuk/sikap kepedulian pelajar dan kaum intelektual terhadap masalah-masalah globalisasi yang mempengaruhi kehidupan.
Globalisasi telah mempengaruhi berbagai aspek kehidupan baik positif maupun negatif. Misal, dengan semakin berkembangnya ilmu pengetahuan dan teknologi yang telah tersebar luas di masyarakat.
Dengan terus melihat dan turut serta dalam perkembangan globalisasi akan mampu mensejajarkan / menyeimbangkan kehidupan negara dengan negara lain. Tetapi perkembangan globalisasi yang tersebar di seluruh lapisan masyarakat diperlukan adanya filter yang disesuaikan dengan budaya, moral dan aspek-aspek lain yang ada di lingkungan bangsa kita.
Pelajar dan kaum intelektual memiliki tanggung jawab dalam menyikapi arus globalisasi saat ini. Pelajar dan kaum intelektual memiliki ilmu yang sudah trtanam dalam diri dan nurani mereka, sehingga dapat menyikapi berbagai bentuk globalisasi.
Kemajuan teknologi informasi (IT) telah membawa perubahan yang besar di semua bidang kehidupan, termasuk bidang pendidikan. Misal, dengan adanya jaringan internet (salah satu dari kemajuan TI), sumber belajar menjadi tidak terbats. Jarsingan internet dapat dimanfaatkan untuk mencari dan menemukan secara mudah dan cepat bahan-bahan belajar. Kemajuan teknologi tersebut sudah selayaknya dimanfaatkan secara positif melalui kegiatan belajar mengajar di sekolah. Di sisi lain, apabila tidak hati-hati, khadiran internet juga bisa berdampak negatif. Siswa atau siapa saja dapat dengan mudah mengakses beragam informasi yang tidak mendidik.
Dari sisi budaya, era globalisasi membawa beraneka ragam budaya yang sangat dimungkinkan mempengaruhi pola pikir, tingkah laku, dan sistem nilai masyarakat. Pelajar yang cerdas dapat menyerap dan menyikapi berbagai budaya asing. Pengaruh budaya asing dapat dimanfaatkan untuk memicu kemajuan banmgsa kita. Sebagai contoh, kedisiplinan, ketertiban, dan semangat kerja keras dari suatu negara kisalnya apabila kita mau dapat kita pelajari dari mereka.
Masyarakat umumnya lebih bangga terhadap hal-hal yang berkaitan denganpengaruh budaya asing. Dalam kenyataan sehari-hari ada kecenderungan kuat bahwa masyarakat kita sangat mengagumi produk-produk impor dan pikiran-pikiran orang-orng asing juga lebih dipercaya dari pada pikuran orang dalam negeri.
Dari uraian di atas, maka pelajar dan kaum intelektual harus lebih giat menuntut ilmu, agar ilmunya dan pikiran-pikirannya dapat diamalkan dan bermanfaat untuk bangsa kita. Pelajar dan kaum intelektual pun perlu memiliki wawasan kebangsaan yang luas karena wawasan kebangsaan merupakan kunci dari tegak dan hancurnya suatu bangsa. Unsur pokok wawasan kebangsaan itu adalah komitmen yang menjunjung tinggi hak dan kewajiban setiap warga negara, ditetapkan melalui proses politik yang konstitusional dan dilaksanakan dengan konsekuensi hukum yang tinggi. Konsepsi untuk memantapkan wawasan kebangsaan, secara garis besar meliputi tiga dimensi pembinaan, yakni rasa kebangsaan, paham kebangsaan dan semangat kebangsaan. Dengan begitu maka bangsa kita akan siap menghadapi globalisasi pada saat ini dan juga masa mendatang.

Tugas ini belum cukup sempurna. Oleh karena itu, saya mohon perbaikan bagi yang berkenan memperbaikinya. Terima kasih.

Iklan

Read Full Post »

Sahabat itu nggak selalu bisa membuat kita tertawa setiap saat. Adakalanya sahabat kita sendiri bisa membuat kita jengkel bahkan sampai kita marah. Tetapi disitulah letak indahnya sebuah persahabatan. Meskipun abstrak.

Nah saya punya beberapa tips untuk memelihara persahabatan. Kamu bisa coba. Kalau hasilnya mujarab bisa bikin awet persahabatan, ya….saya bersyukur sekali. Tapi kalau nggak mempan, maaf maaf aja neh….

Ya udah langsung aja. Check it out….

Tips Memelihara Persahabatan

1. Pikirkanlah apa yang dapat kamu berikan kepada sahabatmu bukan apa yang dapat kamu peroleh dari persahabatan. Jangan bersahabat hanya demi memperoleh kesenangan. Tips ini sesuai dengan motto hidupku: “Keindahan hidup ini tidak bergantung pada betapa bahagianya dirimu, tetapi betapa orang lain bahagia karenamu”

2. Sahabat sejati selalu saling memberikan support agar bersama-sama dapat menjadi yang terbaik bukannya saling menjatuhkan. Turut berbahagia ketika sahabat kita berhasil mencapai apa yang diinginkan dan jangan sampai merasa tersaingi. Okey…!

3. Buka pintu maaf selebar-lebarnya. Maafkan kesalahan yang pernah atau baru saja diperbuat oleh sahabatmu dan jangan biarkan luka itu merusak hubungan persahabatan kalian. Inget loh! Jangan biarkan permusuhan berkembang menjadi kepahitan karena permusuhan dapat menghancurkan persahabatan yang ada.

4. Jangan memandang kesalahan yang dibuatnya. Ini adalah suatu cara untuk menunjukkan betapa kita peduli terhadap dia. Jangan tinggalkan sahabatmu saat dia berbuat kesalahan. Bersabarlah dan tuntunlah dia untuk berubah. Kita harus sadar bahwa tidak ada manusia yang sempurna. Iya kan….?????

5. Tepati janji yang telah kamu ucapkan dan jadilah sahabat yang dapat diandalkan.

6. Jangan mencoba untuk mengontrol sahabatmu. Bersahabat bukan berarti harus selalu bersama-sama kan…. Emang sih rasanya pasti sangat menyenangkan bila selalu bersama dengan orang yang kita kasihi. Tapi inget loh…. Sahabat kita punya temen lain selain kita, jadi kita nggak bisa memonopoli dia.

7. Bersuka cita bersama sahabat saat dia sedang bergembira namun jangan ada hanya pada saat senang saja. Ketika sahabatmu sedang kesal akan sesuatu, kasih perhatian dong buat dia. Artinya sahabat itu selalu ada disaat senang maupun susah. Iya nggak?

8. Jangan menuntut sahabat kita untuk bereaksi dengan cara yang sama seperti yang biasa kita lakukan. Hargailah sahabatmu apa adanya termasuk juga keputusan yang dia ambil yang mungkin tidak sesuai dengan kehendak kita.

9. Jangan biarkan perbedaan pendapat menghancurkan persahabatanmu. Hindari sifat untuk menang sendiri daripada persahabatanmu rusak karenanya.

10. Keep the secret. Belajarlah untuk menjaga rahasia sahabatmu. Penting banget loh…. Makanya kamu musti hati-hati….

Yap. Gimana? Bisa di coba sekarang juga kan….

Let’s keep your friendship. Okay….

best friend

Read Full Post »

Sahabat

“Miliki sebuah HATI yang tak pernah membenci.
Sebuah SENYUMAN yang tak pernah pudar.
Sebuah SENTUHAN yang tak pernah menyakiti.
Dan sebuah PERSAHABATAN yang tidak pernah berakhir.”

begitulah pesan yang dikirim sahabatku untukku.
Dan buat saya tidak ada hubungan seindah persahabatan.

Kenapa saya bicara soal persahabatan? Saat ini saya sedang sedih karena sahabat dan teman-teman saya akan berpisah. Kita sudah lulus SMA, dan kita harus melanjutkan sekolah lagi. saya selalu ingat masa-masa ketika saya dan teman-teman pertama kali bertemu, pada saat MOS. Kemudian kita habiskan hari-hari di sekolah baik suka maupun duka, di kelas yang terkadang membuat saya jenuh. Dengan hadirnya kalian teman-temanku, hari-hariku menjadi sebuah memorian yang akan selalu teringat.

Don’t forget me guys….
I love you forever….
I’ll always miss you….

kenangan indah

Read Full Post »

Kenalan dulu dong…

Welcome in My Blog………..

sebelumnya, perkenankan bagi saya untuk memperkenalkan nama saya.
Saya biasa dipanggil ‘tya’, tapi oleh adik-adik saya dan saudara-saudara, saya biasa dipanggil mbak tepatnya mbak ani. Jadi, tentu saja anda sudah bisa menebak apakah saya ini seorang wanita atau pria..

yap!

Sebenarnya saya masih bingung harus diisi dengan apa blog ini. Mulanya saya hanya coba-coba saja membuat blog tetapi tujuan lainnya yaitu sebagai ajang berlatih menulis. jujur, saya kurang pandai dalam hal tulis menulis. ketika SMA saja saya selalu mendapat nilai yang kurang sempurna untuk tugas membuat makalah apalagi karya tulis. bahkan untuk mengarang sebuah puisi pun saya membutuhkan waktu yang sangat lama untuk menjelajahi dunia kata-kata. dan tak jarang saya malah ketiduran dan berakhir dengan mimpi yang semrawut.

huh….
Begitulah sedikit kelemahan yang saya miliki (ow,, bukan sedikit, banyak deng!)
Oleh karena itu, saya mohon maaf apabila pada tulisan-tulisan saya ini terdapat kekeliruan dan masih terkesan acak-acakan.
Saya pun sangat berharap kritik dan saran dari anda.
Thanks….

Read Full Post »