Feeds:
Pos
Komentar

Archive for the ‘Catatanku’ Category

Fuhh….Cape bgt

Aku sekarang lagi mondar mandir kampus nih. ceritanya aku jadi panitia Maulid Nabi di kampus. Dan sekarang, karena aku amat sangat BT abis di kerjain orang, jadi aku nyasar deh kesini. Uh…..cebeL….. Bikin orang panik ja.

Pusyeng berat nih….. pengen muntah…. Hoek. soalnya aku lum makan. Sarapan juga cuman cedikit. Fuh…

Iklan

Read Full Post »

akhirnya, uas selesai…!

Fiuh…

akhirnya aku bisa bernafas lega. Dengan susah payah. dengan penuh letih dan tertatih-tatih. dengan sedikit tangisan darah. dan dengan jeritan-jeritan hati. akhirnya aku bisa menghirup udara.  hahahaha—–lebai banget sih aku.

hehe—

biasa aja kali ya…

ini loh aku mu cerita kemana aja selama ini. aku ga bikin postingan lagi. aku nggak nulis macem-macem lagi disini. Ya iyalah, kan lagi uas. sebenernya sekarang masih ada uprak alias ujian praktek, tapi ya,,,, ga terlalu se-stres pas uas.Iyap, uas yang cukup membuatku letih. Akhirnya usai sudah. Sekarang tinggal tunggu hasilnya, apakah sesuai dengan mauku, atau nggak. Mudah-mudahan aja iya. Aku udah mengusahakan yang terbaik, yang aku bisa.

udah ah,,,,aku males nyeritain uas lagi. udah deh… Ntar aja kalo hasilnya dah keluar, aku mu cerita. hehe— tapi bentar dulu, kalo hasilnya amat sangat tidak layak untuk dipamerkan maka aku nggak akan lakukan publikasi. hehe—

Ya udah deh… maksih wordpress. masih setiap menampung seluruh keluh kesah hatiku….

sekarang aku balik ke kampus du;u yaw…. ada urusan.

Read Full Post »

Ya Allah, ampuni aku

Ya Allah

Ampuni hambamu yang tak tahu diri ini

Ampuni hambamu yang berlumur dosa ini

ampuni hambamu yang selalu berbuat maksiat ini

Ampuni hambamu yang sering berbuat ria dan sombong  ini

Diriku yang sering bangga atas diri ini

Diriku yang sering mengharapkan harta

Diriku yang sering menginginkan pengakuan

Diriku yang sering meminta tanpa pernah mencintai-Mu

Hatiku penuh dengan cinta dunia

Hatiku hanya penuh dengan cinta diri, orang tua, keluarga, dan teman-teman

Tak ada yang gelap di hadapan-Mu

Kau mengetahui niat-niatku

Kau mengetahui apa tujuan-tujuanku

Ya Rahmaan ya Rahiim

Kami mohon ampun pada-Mu

dari semua dosa

dari semua salah

dari semua khilaf

Ya Allah j

Juhkanlah aku dari kemunafikan

Jauhkan aku dari kebohongan

Jauhkan aku dari kepura-puraan

Jauhkan aku dari ujub dan takabur

Jauhkan aku dari cinta diri

Ya Allah

aku mohon ampun

Aku bertobat pada-Mu

Ya Rahmaan Ya Rahiim

Sucikan hatiku

Bersihkan pikiraku

Basuh diriku dengan ampunan-Mu

Sirami jiwaku kemulian-Mu

Amiiiinnnnn………

Read Full Post »

pada saat itu rinduku, cintaku kepadanya begitu memuncak. berlinang air mataku tanpa dapat kutahan. Ku menangis sejadi-jadinya, sendiri, menyepi. apalah dayaku? aku tak bisa lakukan apapun. Aku tak berkutik. nggak ada yang bisa aku lakukan selain…..

hatiku porak poranda. tubuhku lemas. Apa yang bisa aku lakukan? Untuk bangkit pun terasa berat sekali. Kuserahkan semua rasa ini pada Yang Maha Kuasa. hidup matiku bukan milikku.

Sejenak kupikir-pikir, mengapa hatiku sakit sekali? karena aku merasa kehilangan. mengapa merasa kehilangan? Tentu karena merasa memilki. Hanya orang yang memilikilah yang bisa merasa kehilangan. hanya orang yang memiliki uanglah yang bisa kehilangan uang. Hanya orang yang memilki kekasihlah yang bisa kehilangan kekasih.

Ya ampun……

Naif banget sih aku. Lihat tya! hidup mati kamu bukan milik kamu. Ngapain sih musti ngerasa seolah-olah dia milik kamu sepenuhnya? Kalo ja aku nggak merasa memilki dia, tentu aku nggak akan sesedih ini. hanya saja bagaimana caranya agar rasa memilki ini lenyap dari hatiku?

“Ya Allah! Betapa kumuhnya hatiku! Milik-Mu itu selama ini telah kuakui sebagai milikku. Sungguh aku tak tau diri. Kini kucoba tuk kembalikan dia kepada-Mu. Ya Allah! Terimalah pengembalianku ini. Dan sucikanlah kembali kalbuku.”

“Ya Allah! Engkau MAha Tahu. Kau tahu isi hatiku. KAu tahu siapa yang aku hasrati. Akal sehatku memang berkata dan mengingatkan aku bahwa dia Milik-Mu. tapi, hati kecilku berbisik dia terlalu indah untuk kelepaskan. haruskah aku lupakan dia? Manakah jalan yang baik bagi semuanya?

“Ya Allah! Kenikmatan insani, yang pernah Ku pinjamkan kepadaku melalui kedekatan kami berdua, selalu membayangi hari-hariku, malam-malamku, dan setiap detik waktuku. Wajahnya, suaranya, senyumnya, kasih sayangnya, cintanya, semuanya begitu indah. Ku kembalikan dia padaMu Ya Allah….”

Dalam keheningan kutatap kegagalanku dalam membina hubungan cinta dengannya. Air mata mengalir. Dalam keheningan, ku akui betapa pedihnya putus hubungan dengannya. Dalam keheningan, kukuras lubuk hatiku sedalam-dalamnya. Ya Allah ampunilah aku. Betapapun kotornya hatiku, Engkau Maha Menyucikan. Ya Allah sayangilah aku. Betapapun besartnya hasratku untuk memperoleh cintanya, kasih sayangmu lebih aku butuhkan. Ya Allah sehatkanlah aku. Betapapun pedihnya luka jiwaku, Engkau Maha Menyembuhkan.

tya,,,meskipun dia begitu indah, dia bukanlah Sang Maha Indah. Mungkin, maksud-Nya supaya aku menjadi manusia baru, yang lebih baik dari yang sudah sudah.

“YA Allah seandainya mengingat-ingat dia bisa menjauhkan aku dari kebaikan, lenyapkanlah dari benakku segala kenangan tentang dia, betapapun manisnya. Tapi, seandainya mengingat-ingat dia mendekatkan aku dengan kebaikan, peliharalah dibenakku segala kenangan tentang dia, betapun pahitnya.

Mungkin, saat ini, jalan terbaik agar dia bahagia adalah mengalah untuknya. Biarkan dia bahagia. Menyayanginya adalah memberi kesempatan baginya untuk bahagia. (281208)

Read Full Post »

bete ah!

celamat core……
di sore hari yang hujan ini, saya terjebak di sebuah warnet di bilangan cisaat kota sukabumi. tidak ada rencana apapun untuk mengunjungi warnet. karena saya datang ke cisaat dengan tujuan lain. buat nganterin berkas-berkas ade yang nggak tau apa. pokonya saya disuruh bawa saja itu berkas. Ah,,,merepotkan saja adeku itu. Sebenernya bukan ade saya yang merepotkan, tapi ayah saya yang membuat saya repot. Kan ayah yang sibuk neleponin saya dari ejak tadi saya di rumah. padahal saya sedang ingin bersanta ria di humZ en tadi sekitar jam 4an saya mau menghadiri undangan pernikahan teman saya yang usianya hanya satu taun lebih tua dari saya. saya sekarang 18 taun. baru kemarin loh 18nya— 17 november. tapi sayang, ultah taun ini sangat sangatlah lonely…
eh jadi ngacapruk. oke kembali ke bahasan awal.
sekarang sudah magrib. sudah saatnya bagi saya menunaikan kewajiban sebagai seorang muslim…. Tapi, ampuni saya Ya Allah,,, di luar sana hujan deras. tak ada payung yang bisa melindungi saya dari hujan yang lebat ini. dan saya sedang asik membuat postingan ini di warnet. Oh Ya Allah saya. Setelah ini saya segera shalat.
Ayah… ayah… ayah… Udah 3 kali manggil ko nggak muncul-muncul sih si ayah tuh. Hati saya sudah tidak tentram neh. duduk di depan monitor juga sambil lirik-lirik ke handphone terus, sekali-kali ke pintu warnet juga. Menanti seseorang yang sedang dinanti. Ayah.
ayah…..cepatlah kau datang. aku sudah tak kuasa menunggu di warnet yang penuh dengan asap rokok. penngappp….

Di rumah, anatomi fisologi mikrobiologi sudah menunggu untuk segera ku sobek-sobek dan ku injak-injak yang kemudian kubakar dan kuminum dengan campuran kopi mocca, uh sedep bener—-…
ayolah ayah…dimanakah gerangan dirimu???

Read Full Post »

indah—

fiuh………..

cukup letih untuk minggu ini.

tapi hal itu tak kan membuatku terhenti sampai disini.

bukan aku jka aku berhenti hanya karena tak mampu berlindung dari hempasan angin.

aku cukup kuat untuk dapat menopang diriku sendiri.

biarlah mereka tak melihat diriku.

karena aku tau, aku sedang menerima sesuatu yang indah untuk diriku.

terimakasih untuk segalanya…….

aku yang merasa indah—

Read Full Post »

Curug Cibeureum

<!– @page { size: 8.5in 11in; margin: 0.79in } P { margin-bottom: 0.08in } –>

Hei hei….

Blogku tercinta yang kurindukan. Hampir sebulan lebih aku nggak posting apapun di sini. Maaf ya…. Bukan karena aku melupakanmu dan bukan juga karena aku sibuk. Sebab utamanya adalah “sesuatu” yang nggak bisa aku katakan.

Untuk menebus permintaan maafku padamu wahai blog tercinta, maka aku postingkan salah satu kegiatanku mengisi liburan selama ini. Yaitu tentang salah satu objek wisata di Sukabumi. Berikut rekontruksi perjalanannya.

Curug Cibeureum. Kebetulan saat liburan kemarin aku mengunjungi tempat tersebut. Tepatnya berada di daerah Pondok Halimun Selabintana. (*eh yang bener Selabintana atau Salabintana sih?*). Perjalanan menuju lokasi hanya 25 km dari objek wisata Pondok Halimun atau disingkat PH.

Tetapi karena aku melakukan pemberangkatan melalui perkebunan teh (*sedikit berputar*), maka jaraknya lebih sedikit jauh. Sudah pasti kalo ke tempat macam begitu kontur jalannya berliku-liku (*belok kanan belok kiri maksudnya*), naik turun, bebatuan terus ada juga yang lewat jalan tanah yang lembab juga becek. Setelah melewati perkebunan teh nan luas dan indah yang memakan waktu amat cukup lama, kemudian lanjut masuk ke hutan. Suasananya masih sama dengan perjalanan sebelumnya (*waktu di kebon teh*) yang terasa sejuk dan sepi. Hanya saja di hutan kondisinya lebih lembab, lebih gelap, dan sedikit lebih menakutkan. Dan nggak kalah pentingnya yaitu kondisi jalannya yang lebih berliku dan lebih menanjak dan juga lebih licin. Sesekali saat tubuh mulai goyah tentu saja aku berhenti berjalan sejenak untuk beristirahat dan minum untuk menepis dahaga. (*ini nih nikmatnya jalan-jalan ke gunung*).

Setelah perjalanan yang hampir memakan waktu satu setengah jam lebih (*mungkin kalo lari bisa lebih cepet*), akhirnya tiba juga di tempat yang kutuju, objek wisata air terjun Curug Cibeureum.

Sejenak kuterpaku memandangnya. Entah apa yang kupikirkan. Aku benar-benar tercengang dibuatnya. (*duileh, segitunya….*). Dan tak lama kemudian aku berkomentar;

Ya ampun……….

Subhanallah…. Subhanallah…. Subhanallah….

Luar biasa….

Ini toh yang namanya Curug Cibeureum….

Sungguh indah nian pemandangan di depan mataku ini. Air terjun yang mengalir dari ketinggian, deras, segar, dan dingin. Membuat siapapun yang merasakannya akan tersihir untuk berlama-lama di sini. Hawa sejuknya melemaskan otot-ototku yang pegal karena perjalanan tadi yang cukup lama dan jauh (*jauh….sekali*). Anginnya yang semilir membuat bulu romaku menggelitik dan bulu kudukku berdiri (*bulu roma ma kuduk tuh sama nggak sih?*).

Nah… ini yang penting. Kurang lengkap rasanya kalo nggak foto-foto di sana. Sebab keindahan air terjunnya itu loh, sangat bagus, bagus banget, ma’ nyus, untuk dijadikan background. Lagipula sangat disesalkan jika sudah jauh-jauh mengunjungi curug tapi nggak ada gambar yang bias dikenang. Jadi maksudku bikin foto kenang-kenangan. Foto-fotonya kan bisa di pamerin ke siapa aja, sekalian promosi tempat itu. Itung-itung turut merealisasikan program pemerintah Visit Indonesian 2008. Iya nggak? Whehehehe……

Cukup lama aku menikmati keindahan Curug Cibeureum. Maka setelah puas (*belum puas sih…*) memandangi keindahannya, aku pun melanjutkan perjalanan untuk pulang (*sebab udah cape n udah siang juga*). Perjalanan pulang ini aku pilih jalur yang menuju PH karena jaraknya yang tidak terlalu jauh. Perjalannannya pun tidak terlalu melelahkan karena tidak banyak menanjak seperti saat berangkat tadi. Tetapi sayang beribu-ribu sayang di tengah perjalanan hujan turun (*seharusnya disyukuri bukan malah mengeluh, toh aku nggak sakit koq*). Berhubung tidak membawa payung maka aku pun hujan-hujanan. (*aku seneng banget ujan-ujanan, inget dulu*). Hingga tiba di PH hujan masih turun dengan deras. Di PH ini banyak sekali kios atau warung yang menjual berbagai makanan seperti bakso, mie ayam, gorengan, makanan-makanan kering, minuman (*anget atau dingin pasti ada*), dan juga jagung bakar. Enak kan, udah cape’, laper pula, enaknya makan jagung bakar (*tapi aku nggak suka*). Aku berhenti sejenak untuk menikmati mie ayam hangat. Perjalanan yang amat sangat melelahkan dan dingin sekali bikin perutku keroncongan. Mie ayam cukup lumayan untuk mengganjal perut dan mengusir rasa dingin. Di samping gerobak mie ayam aku makan dengan lahap (*meskipun rasanya masih kalah dengan mie ayam favoritku*) sambil menunggu angkutan umum (angkot) yang akan mengantarku pulang. Tetapi sangat disayangkan, setelah menunggu sekian lama, angkot yang ditunggu-tunggu tak kunjung menampakkan wujud. Karena sudah letih dan kesal, maka aku pun memaksakan diri untuk kembali berjalan kaki, saat itu aku berfikir mungkin aku bisa bertemu dengan angkot di tengah perjalanan nanti. Tetapi memang nasibku saat itu kurang mujur, angkot itu tak muncul-muncul sampai hujan kembali mengguyur bumi halimun yang sedang ku lewati ini. Yang sepi, tanpa ada siapapun yang peduli dengan kemalanganku.

Fiuh….. letih sudah badanku ini. Dingin menusuk-nusuk tulang belulangku. Pegal kakiku dan keram jari-jari kakiku. Mungkin aku telah berjalan seratus ribu langkah pada hari itu. Perjalananku ini sudah layaknya long march. Owh….. akhirnya perjalanan pulang menghabiskan waktu tiga setengah jam.

Pesanku buat siapapun yang berniat ingin dan akan mengunjungi Curug Cibeureum, siapkan fisik Anda secara prima, gunakan pakaian layaknya hiking seperti celana+kaos dan sepatu, bawalah perbekalan yang cukup seperti air minum + makanan yang bisa membuat Anda berenergi, payung atau lebih baik jas hujan untuk mengantisipasi saat hujan turun, dan bawalah pakaian ganti jika Anda ingin berbasah-basah di air terjun.

Selamat mengunjungi air terjun Curug Cibeureum.

Read Full Post »

Older Posts »