Feeds:
Pos
Komentar

Aku pasti bisa lepaskan dia

pada saat itu rinduku, cintaku kepadanya begitu memuncak. berlinang air mataku tanpa dapat kutahan. Ku menangis sejadi-jadinya, sendiri, menyepi. apalah dayaku? aku tak bisa lakukan apapun. Aku tak berkutik. nggak ada yang bisa aku lakukan selain…..

hatiku porak poranda. tubuhku lemas. Apa yang bisa aku lakukan? Untuk bangkit pun terasa berat sekali. Kuserahkan semua rasa ini pada Yang Maha Kuasa. hidup matiku bukan milikku.

Sejenak kupikir-pikir, mengapa hatiku sakit sekali? karena aku merasa kehilangan. mengapa merasa kehilangan? Tentu karena merasa memilki. Hanya orang yang memilikilah yang bisa merasa kehilangan. hanya orang yang memiliki uanglah yang bisa kehilangan uang. Hanya orang yang memilki kekasihlah yang bisa kehilangan kekasih.

Ya ampun……

Naif banget sih aku. Lihat tya! hidup mati kamu bukan milik kamu. Ngapain sih musti ngerasa seolah-olah dia milik kamu sepenuhnya? Kalo ja aku nggak merasa memilki dia, tentu aku nggak akan sesedih ini. hanya saja bagaimana caranya agar rasa memilki ini lenyap dari hatiku?

“Ya Allah! Betapa kumuhnya hatiku! Milik-Mu itu selama ini telah kuakui sebagai milikku. Sungguh aku tak tau diri. Kini kucoba tuk kembalikan dia kepada-Mu. Ya Allah! Terimalah pengembalianku ini. Dan sucikanlah kembali kalbuku.”

“Ya Allah! Engkau MAha Tahu. Kau tahu isi hatiku. KAu tahu siapa yang aku hasrati. Akal sehatku memang berkata dan mengingatkan aku bahwa dia Milik-Mu. tapi, hati kecilku berbisik dia terlalu indah untuk kelepaskan. haruskah aku lupakan dia? Manakah jalan yang baik bagi semuanya?

“Ya Allah! Kenikmatan insani, yang pernah Ku pinjamkan kepadaku melalui kedekatan kami berdua, selalu membayangi hari-hariku, malam-malamku, dan setiap detik waktuku. Wajahnya, suaranya, senyumnya, kasih sayangnya, cintanya, semuanya begitu indah. Ku kembalikan dia padaMu Ya Allah….”

Dalam keheningan kutatap kegagalanku dalam membina hubungan cinta dengannya. Air mata mengalir. Dalam keheningan, ku akui betapa pedihnya putus hubungan dengannya. Dalam keheningan, kukuras lubuk hatiku sedalam-dalamnya. Ya Allah ampunilah aku. Betapapun kotornya hatiku, Engkau Maha Menyucikan. Ya Allah sayangilah aku. Betapapun besartnya hasratku untuk memperoleh cintanya, kasih sayangmu lebih aku butuhkan. Ya Allah sehatkanlah aku. Betapapun pedihnya luka jiwaku, Engkau Maha Menyembuhkan.

tya,,,meskipun dia begitu indah, dia bukanlah Sang Maha Indah. Mungkin, maksud-Nya supaya aku menjadi manusia baru, yang lebih baik dari yang sudah sudah.

“YA Allah seandainya mengingat-ingat dia bisa menjauhkan aku dari kebaikan, lenyapkanlah dari benakku segala kenangan tentang dia, betapapun manisnya. Tapi, seandainya mengingat-ingat dia mendekatkan aku dengan kebaikan, peliharalah dibenakku segala kenangan tentang dia, betapun pahitnya.

Mungkin, saat ini, jalan terbaik agar dia bahagia adalah mengalah untuknya. Biarkan dia bahagia. Menyayanginya adalah memberi kesempatan baginya untuk bahagia. (281208)

Iklan

bete ah!

celamat core……
di sore hari yang hujan ini, saya terjebak di sebuah warnet di bilangan cisaat kota sukabumi. tidak ada rencana apapun untuk mengunjungi warnet. karena saya datang ke cisaat dengan tujuan lain. buat nganterin berkas-berkas ade yang nggak tau apa. pokonya saya disuruh bawa saja itu berkas. Ah,,,merepotkan saja adeku itu. Sebenernya bukan ade saya yang merepotkan, tapi ayah saya yang membuat saya repot. Kan ayah yang sibuk neleponin saya dari ejak tadi saya di rumah. padahal saya sedang ingin bersanta ria di humZ en tadi sekitar jam 4an saya mau menghadiri undangan pernikahan teman saya yang usianya hanya satu taun lebih tua dari saya. saya sekarang 18 taun. baru kemarin loh 18nya— 17 november. tapi sayang, ultah taun ini sangat sangatlah lonely…
eh jadi ngacapruk. oke kembali ke bahasan awal.
sekarang sudah magrib. sudah saatnya bagi saya menunaikan kewajiban sebagai seorang muslim…. Tapi, ampuni saya Ya Allah,,, di luar sana hujan deras. tak ada payung yang bisa melindungi saya dari hujan yang lebat ini. dan saya sedang asik membuat postingan ini di warnet. Oh Ya Allah saya. Setelah ini saya segera shalat.
Ayah… ayah… ayah… Udah 3 kali manggil ko nggak muncul-muncul sih si ayah tuh. Hati saya sudah tidak tentram neh. duduk di depan monitor juga sambil lirik-lirik ke handphone terus, sekali-kali ke pintu warnet juga. Menanti seseorang yang sedang dinanti. Ayah.
ayah…..cepatlah kau datang. aku sudah tak kuasa menunggu di warnet yang penuh dengan asap rokok. penngappp….

Di rumah, anatomi fisologi mikrobiologi sudah menunggu untuk segera ku sobek-sobek dan ku injak-injak yang kemudian kubakar dan kuminum dengan campuran kopi mocca, uh sedep bener—-…
ayolah ayah…dimanakah gerangan dirimu???

stop…!

sebentar,,,,

Anda memasuki area bebas berkeluh kesah.

Selamat! Anda mendapatkan sedikit keluhan dari saya—

Maka Anda wajib mengetahui keluhan saya.

Taukah Anda?

akhir-akhir ini saya perlu suplai energy konsentrasi.

–EneRgY KoNseNtraSi–

plissss………..

tolongin saya..!

ada yang bisa tolongin saya?

Anda harus tolng saya!

wajib!!!

saya harus berkonsentrasi lebih dalam lagi buat ngadepin UTS yang tinggal 3 minggu lagi.

gimana neh?????

sebagai mahasiswa baru, saya terbilang masih sulit beradaptasi dengan lingkungan yang amat sangat baru ini.

kampus baru. bangunan asing yang tak pernah kulihat sebelumnya.

tempat tinggal baru. kawasan asing yang baru saja kutemukan di sekian antah berantah.

kostan baru. tempat yang kini melindungiku dari panas dan hujan, ini adalah tempat yang paling nyaman buat saya saat ini. tidak ada tempat yang paling indah selain kamar kostan.

teman baru. wajah-wajah awam yang baru kutemui. huh—

tetangga baru. yang super cuek ada, yang kegenitan ada, yang kurang kerjaan juga ada. wle—-

pengajar baru. 0h para dosen-dosenku, berbaik hatilah padaku…

semua serba new entry———-

fiuH—–

dan baru 4 minggu terdampar di dunia asing ini, saya sudah banyak terhujani oleh berbagai tantangan yang benar-benar menantang. terhempas badai yang mengguncang-guncang diriku. tersapu ombak yang menggulung-gulung. aku pun terombang ambing kesana kemari. uh…—–

nggak segitunya kali….

hoho—

kayanya saya hiperbolis banged ya….

ya sutra lah—- namanya juga sedang berkeluh kesah.

Oke.

karena Anda sudah membaca segala bentuk keluhan dan kemeranaan saya, maka wajib bagi Anda membayar ganti rugi pada saya. Saya tunggu transfer saran anda ke rekening blog saya ini yang amat sangat GaZeBo….

wik wik wik—-

terimakasih atas segala bentuk perhatian yang Anda curahkan untuk saya…

indah—

fiuh………..

cukup letih untuk minggu ini.

tapi hal itu tak kan membuatku terhenti sampai disini.

bukan aku jka aku berhenti hanya karena tak mampu berlindung dari hempasan angin.

aku cukup kuat untuk dapat menopang diriku sendiri.

biarlah mereka tak melihat diriku.

karena aku tau, aku sedang menerima sesuatu yang indah untuk diriku.

terimakasih untuk segalanya…….

aku yang merasa indah—

Ya ampun….

Koq susah sih pengen ngetik pake 10 jari. Jari-jariku ini masih kaku banget kalo harus ngetik pake 10 jari, istilah sundanya itu kagog. Sekarang ini, saya cuman bisa pake 6 jari aja. Empat jari tangan kanan dan dua jari tangan kiri. Hal ini terjadi karena saya tidak biasa mengunakan kesepuluh jari saya untuk mengetik. Sayangnya saya sudah terbiasa sejak saya masih duduk di bangku SMP mengetik dengan tidak cara demikian.

Nah, ternyata nggak cuman saya aja yang belum bisa ngetik pake 10 jari. banyak juga orang yang demikian halnya dengan saya.

Tenang-tenang…. Ini bukan penyakit koq. Ini cuman faktor kebiasaan doang. Kalo pengen bisa ngetik pake 10 jari tangan, kita bisa sama-sama berlatih. Asal tekun, sabar, semangat, dan pantang menyerah.

<!– @page { size: 8.5in 11in; margin: 0.79in } P { margin-bottom: 0.08in } –> Ya ampun……..

Ok…!

Well, agar dapat mengetik dengan baik dan benar, sebaiknya sejak dini kita dikenalkan dengan teknik mengetik 10 jari. Bagi yang merasa sudah dewasa, no problem, kita masih bisa belajar mulai dari sekarang. Di dalam mengetik sistem 10 jari, kita harus latihan mengetik dengan posisi badan yang benar. Hal ini adalah prinsip-prinsip kesehatan dalam penggunaan PC. Tujuannya agar kita tidak bingung dan ragu saat menggunakan jari untuk mengetik suatu naskah atau dokumen karena kita telah mengetahui posisi dan cara mengetik suatu karakter atau angka atau huruf kapital dengan benar.

Hal paling mendasar yang harus dilatih untuk menguasai mengetik 10 jari yaitu baris pangkal pengetikan. Agar dapat meletakkan posisi jari dengan benar, kuasailah dahulu baris pangkal pengetikan berikut.

A = jari kelingking kiri

S = jari manis kiri

D = jari tengah kiri

F = jari telunjuk kiri

G = jari telunjuk kiri

; = jari kelingking kanan

L = jari manis kanan

K = jari tengah kanan

J = jari telunjuk kanan

H = jari telunjuk kanan

Petunjuk:

  1. Ketiklah huruf-huruf di atas minimal sebanyak 1 halaman.

  • Untuk tahap awal, latihan dilakukan dengan melihat keyboard, minimal 1 halaman.

  • Selanjutnya, latihan dilakukan tanpa melihat keyboard, minimal 1 halaman.

  1. Berlatihlah menguasai dasar baris pangkal pengetikan ini hingga lancar.

  2. Cobalah hitung, berapa baris dapat kalian ketik selama 1 menit dan 5 menit.

  3. Jika telah dapat mengetik 3 baris selama 1 menit maka lanjutkan pelajaran ini, tetapi jika belum maka berlatihlah kembali sampai dapat mengetik 3 baris per menit.

  4. Berlatihlah dengan sabar dan tekun hingga lancar.

Curug Cibeureum

<!– @page { size: 8.5in 11in; margin: 0.79in } P { margin-bottom: 0.08in } –>

Hei hei….

Blogku tercinta yang kurindukan. Hampir sebulan lebih aku nggak posting apapun di sini. Maaf ya…. Bukan karena aku melupakanmu dan bukan juga karena aku sibuk. Sebab utamanya adalah “sesuatu” yang nggak bisa aku katakan.

Untuk menebus permintaan maafku padamu wahai blog tercinta, maka aku postingkan salah satu kegiatanku mengisi liburan selama ini. Yaitu tentang salah satu objek wisata di Sukabumi. Berikut rekontruksi perjalanannya.

Curug Cibeureum. Kebetulan saat liburan kemarin aku mengunjungi tempat tersebut. Tepatnya berada di daerah Pondok Halimun Selabintana. (*eh yang bener Selabintana atau Salabintana sih?*). Perjalanan menuju lokasi hanya 25 km dari objek wisata Pondok Halimun atau disingkat PH.

Tetapi karena aku melakukan pemberangkatan melalui perkebunan teh (*sedikit berputar*), maka jaraknya lebih sedikit jauh. Sudah pasti kalo ke tempat macam begitu kontur jalannya berliku-liku (*belok kanan belok kiri maksudnya*), naik turun, bebatuan terus ada juga yang lewat jalan tanah yang lembab juga becek. Setelah melewati perkebunan teh nan luas dan indah yang memakan waktu amat cukup lama, kemudian lanjut masuk ke hutan. Suasananya masih sama dengan perjalanan sebelumnya (*waktu di kebon teh*) yang terasa sejuk dan sepi. Hanya saja di hutan kondisinya lebih lembab, lebih gelap, dan sedikit lebih menakutkan. Dan nggak kalah pentingnya yaitu kondisi jalannya yang lebih berliku dan lebih menanjak dan juga lebih licin. Sesekali saat tubuh mulai goyah tentu saja aku berhenti berjalan sejenak untuk beristirahat dan minum untuk menepis dahaga. (*ini nih nikmatnya jalan-jalan ke gunung*).

Setelah perjalanan yang hampir memakan waktu satu setengah jam lebih (*mungkin kalo lari bisa lebih cepet*), akhirnya tiba juga di tempat yang kutuju, objek wisata air terjun Curug Cibeureum.

Sejenak kuterpaku memandangnya. Entah apa yang kupikirkan. Aku benar-benar tercengang dibuatnya. (*duileh, segitunya….*). Dan tak lama kemudian aku berkomentar;

Ya ampun……….

Subhanallah…. Subhanallah…. Subhanallah….

Luar biasa….

Ini toh yang namanya Curug Cibeureum….

Sungguh indah nian pemandangan di depan mataku ini. Air terjun yang mengalir dari ketinggian, deras, segar, dan dingin. Membuat siapapun yang merasakannya akan tersihir untuk berlama-lama di sini. Hawa sejuknya melemaskan otot-ototku yang pegal karena perjalanan tadi yang cukup lama dan jauh (*jauh….sekali*). Anginnya yang semilir membuat bulu romaku menggelitik dan bulu kudukku berdiri (*bulu roma ma kuduk tuh sama nggak sih?*).

Nah… ini yang penting. Kurang lengkap rasanya kalo nggak foto-foto di sana. Sebab keindahan air terjunnya itu loh, sangat bagus, bagus banget, ma’ nyus, untuk dijadikan background. Lagipula sangat disesalkan jika sudah jauh-jauh mengunjungi curug tapi nggak ada gambar yang bias dikenang. Jadi maksudku bikin foto kenang-kenangan. Foto-fotonya kan bisa di pamerin ke siapa aja, sekalian promosi tempat itu. Itung-itung turut merealisasikan program pemerintah Visit Indonesian 2008. Iya nggak? Whehehehe……

Cukup lama aku menikmati keindahan Curug Cibeureum. Maka setelah puas (*belum puas sih…*) memandangi keindahannya, aku pun melanjutkan perjalanan untuk pulang (*sebab udah cape n udah siang juga*). Perjalanan pulang ini aku pilih jalur yang menuju PH karena jaraknya yang tidak terlalu jauh. Perjalannannya pun tidak terlalu melelahkan karena tidak banyak menanjak seperti saat berangkat tadi. Tetapi sayang beribu-ribu sayang di tengah perjalanan hujan turun (*seharusnya disyukuri bukan malah mengeluh, toh aku nggak sakit koq*). Berhubung tidak membawa payung maka aku pun hujan-hujanan. (*aku seneng banget ujan-ujanan, inget dulu*). Hingga tiba di PH hujan masih turun dengan deras. Di PH ini banyak sekali kios atau warung yang menjual berbagai makanan seperti bakso, mie ayam, gorengan, makanan-makanan kering, minuman (*anget atau dingin pasti ada*), dan juga jagung bakar. Enak kan, udah cape’, laper pula, enaknya makan jagung bakar (*tapi aku nggak suka*). Aku berhenti sejenak untuk menikmati mie ayam hangat. Perjalanan yang amat sangat melelahkan dan dingin sekali bikin perutku keroncongan. Mie ayam cukup lumayan untuk mengganjal perut dan mengusir rasa dingin. Di samping gerobak mie ayam aku makan dengan lahap (*meskipun rasanya masih kalah dengan mie ayam favoritku*) sambil menunggu angkutan umum (angkot) yang akan mengantarku pulang. Tetapi sangat disayangkan, setelah menunggu sekian lama, angkot yang ditunggu-tunggu tak kunjung menampakkan wujud. Karena sudah letih dan kesal, maka aku pun memaksakan diri untuk kembali berjalan kaki, saat itu aku berfikir mungkin aku bisa bertemu dengan angkot di tengah perjalanan nanti. Tetapi memang nasibku saat itu kurang mujur, angkot itu tak muncul-muncul sampai hujan kembali mengguyur bumi halimun yang sedang ku lewati ini. Yang sepi, tanpa ada siapapun yang peduli dengan kemalanganku.

Fiuh….. letih sudah badanku ini. Dingin menusuk-nusuk tulang belulangku. Pegal kakiku dan keram jari-jari kakiku. Mungkin aku telah berjalan seratus ribu langkah pada hari itu. Perjalananku ini sudah layaknya long march. Owh….. akhirnya perjalanan pulang menghabiskan waktu tiga setengah jam.

Pesanku buat siapapun yang berniat ingin dan akan mengunjungi Curug Cibeureum, siapkan fisik Anda secara prima, gunakan pakaian layaknya hiking seperti celana+kaos dan sepatu, bawalah perbekalan yang cukup seperti air minum + makanan yang bisa membuat Anda berenergi, payung atau lebih baik jas hujan untuk mengantisipasi saat hujan turun, dan bawalah pakaian ganti jika Anda ingin berbasah-basah di air terjun.

Selamat mengunjungi air terjun Curug Cibeureum.

PEREMPUAN-PEREMPUAN PERKASA

Puisi Hartoyo Andangjaya

PEREMPUAN-PEREMPUAN PERKASA

Perempuan-perempuan yang membawa bakul di pagi buta, dari manakah mereka
ke stasiun kereta mereka datang dari bukit-bukit desa
sebelum peluit kereta pagi terjaga
sebelum hari bermula dalam pesta kerja

Perempuan-perempuan yang membawa bakul dalam kereta, kemanakah mereka
di atas roda-roda baja mereka berkendara
mereka berlomba dengan surya menuju gerbang kota
merebut hidup di pasar-pasar kota

Perempuan-perempuan perkasa yang membawa bakul di pagi buta, siapakah mereka
mereka ialah ibu-ibu berhati baja, perempuan-perempuan perkasa
akar-akar yang melata dari tanah perbukitan turun ke kota
mereka : cinta kasih yang bergerak menghidupi desa demi desa

Perempuan-perempuan perkasa,

beberapa hari ini di kampung halaman, saya menyaksikan realita kehidupan di desa. para sosok ibu-ibu yang dengan rela hati bekerja keras banting tulang demi beberapa rupiah uang. Melihat hal itu saya jadi teringat puisi karya Hartoyo Andangjaya yang berjudul ‘Perempuan-perempuan Perkasa’. Entah bagaimana saya berkomentar. yang jelas, saya benar-benar salut dengan para ibu-ibu itu. kerja kerasnya sangat perlu saya tiru. sungguh luar biasa…!!!!